Ramai di Publik, Begini Komentar DPRD Jember tentang Renovasi Alun-Alun Jember - Undercover
JEMBER, Radarjember.net - Meski konsep Alun-Alun Jember baru sudah dirilis Pemkab Jember pada Juli 2022 lalu, ternyata banyak masyarakat Jember belum mengetahuinya. Renita, misalnya.
Perempuan yang cukup sering ke Alun-Alun Jember bersama keluarganya itu tidak mengetahui bakal ada renovasi Alun-Alun Jember. Dia juga tidak tahu, konsep perubahan apa saja yang akan dibenahi.
Bahkan, dia kaget anggaran renovasi yang dibutuhkan itu cukup besar. Meski demikian, dia mendukung renovasi Alun-Alun Jember. “Setuju (direnovasi,Red). Karena ini bisa menarik minat masyarakat untuk main di Alun-Alun Jember,” katanya.
Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jember Alfan Yusfi menilai renovasi Alun-Alun Jember terlalu dipaksakan. Apalagi, itu dilakukan di akhir jabatan Bupati-Wabup Jember Hendy Siswanto – KH MB Firjaun Barlaman.
“Kami menilai ini terlalu dipaksakan. Urgensinya di mana? Dengan nilai anggaran yang sangat besar itu, sebenarnya bisa dialokasikan untuk kepentingan lain yang memang lebih penting,” ungkap Alfan, Minggu (24/3/2024).
Menurutnya, renovasi alun-alun itu belum terlalu urgent. Meskipun sudah direncanakan sejak dua tahun lalu, renovasi itu seperti memaksakan kehendak di akhir periode pemerintahan. Apalagi, pembahasan ini ramai di tengah masyarakat setelah muncul anggaran besar renovasi Alun-Alun Jember.
Mengenai alun-alun sebagai pusat kota dan simbol kabupaten, Alfan sepakat. Akan tetapi, tidak tepat jika Alun-alun hanya digunakan sebagai fasilitas olahraga dan UMKM saja. Padahal, itu bisa menjadi kegiatan pemerintahan yang lebih besar.
Politisi PDI Perjuangan itu menyoroti kesan buru-buru yang dilakukan di balik kata pembangunan infrastruktur dan peremajaan bangunan. “Menurut kami kurang tepat untuk renovasi alun-alun. Apalagi jika ada kepentingan lain dengan alasan melakukan pembangunan infrastruktur. Kami melihatnya justru cenderung malah masif dilakukan di masa politik seperti ini,” terangnya.
Baca juga: https://radarjember.net/posts/anggaran-jumbo-renovasi-alun-alun-jember-ini-konsep-barunya-undercover
Selama ini, kata Alfan, rencana renovasi itu beberapa kali dibahas. Itu juga tidak intens dan mendalam. Namun, belakangan, pembahasan itu makin riuh di tengah masyarakat. Menurutnya hal ini menjadi kontradiktif. Sehingga ini menjadi salah satu langkah mundur yang dilakukan Pemkab Jember.
“Sebenarnya Bupati bisa lebih bijak lagi mendengarkan aspirasi dari kami selaku perwakilan rakyat. Pembahasan memang ada. Termasuk uji publik. Tetapi, kami tidak mendapatkan data riil dari itu. Jika direalisasikan, maka ini akan menjadi gejolak penolakan besar yang akan muncul ke permukaan,” jelasnya.
Oleh karena itu, pihaknya berharap, renovasi alun-alun perlu dipertimbangkan ulang. Anggaran yang besar itu bisa dialokasikan untuk hal lain yang lebih mendesak. Akan tetapi, jika tetap dilanjutkan, pihaknya bakal segera memanggil instansi terkait, pemenang tender hingga Bupati Jember.*
Fotografer: Yulio Faruq/Radar Jember
Reporter: Sidkin Ali
Redaktur: Ainul Budi
Bagikan ke: